MATARAM, radarntb.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, resmi menetapkan arah baru bagi PT Gerbang NTB Emas (GNE). Dalam sebuah langkah restrukturisasi besar-besaran, BUMD milik Pemprov NTB ini kini diinstruksikan untuk meninggalkan lini bisnis yang serabutan dan fokus total pada satu sektor: Material Konstruksi.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT GNE di Mataram, Rabu (7/1/2026). Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang sempat diterpa berbagai dinamika di masa lalu.
Gubernur Iqbal secara terbuka mengajak manajemen PT GNE untuk menjadikan masa lalu sebagai cermin pembelajaran. Baginya, kunci keberhasilan BUMD ke depan adalah spesialisasi dan profesionalisme.
“Yang paling penting bagi saya hanya satu: bagaimana GNE bisa berjalan kembali dan melakukan bisnisnya dengan normal serta fokus. Apa yang terjadi di masa lalu biarlah menjadi pelajaran,” tegas Gubernur Iqbal di hadapan para pemegang saham.
Sebagai bagian dari strategi “pembersihan” dan efisiensi, seluruh lini usaha di luar material konstruksi akan segera dihentikan. Strategi ini diambil agar GNE mampu membangun pondasi bisnis yang lebih sehat dan tidak terbebani oleh lini usaha yang tidak kompetitif.
Pengembangan bisnis GNE tidak akan dilakukan secara sembarangan. Gubernur menjelaskan bahwa ekspansi akan dilakukan secara bertahap namun terintegrasi dalam satu ekosistem konstruksi.
-
Tahap Awal: Memaksimalkan produk yang sudah kompetitif di pasar, seperti traffic block.
-
Pengembangan: Merambah ke produk konstruksi lainnya, termasuk beton pracetak (precast).
Untuk mendukung transformasi ini, Pemprov NTB menjamin kemudahan perizinan, termasuk akses Izin Galian C, guna memastikan PT GNE memiliki daya saing tinggi di industri infrastruktur.
Restrukturisasi ini bukan sekadar pergantian fokus bisnis, melainkan transformasi total struktur organisasi. Pemprov NTB mengumumkan akan melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran direksi dan komisaris PT GNE.
Lebih jauh lagi, perusahaan ini nantinya tidak lagi berdiri sendiri. Pemprov NTB tengah mengonsolidasikan seluruh BUMD ke dalam dua super holding utama:
-
Bank NTB Syariah: Fokus pada sektor keuangan.
-
NTB Capital: Menaungi sektor non-keuangan, termasuk PT GNE.
“Kita lakukan ini dalam rangka konsolidasi. Ke depan, PT GNE harus lebih berorientasi business to business (B2B) agar bisa tumbuh mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.













