Banner Iklan Aruna

Lawan Judi Online & Pinjol! Bhayangkari NTB Bekali 1.300 Anggota ‘Senjata’ AI dan Literasi Keuangan

  • Bagikan
Lawan Judi Online & Pinjol! Bhayangkari NTB Bekali 1.300 Anggota 'Senjata' AI dan Literasi Keuangan
Lawan Judi Online & Pinjol! Bhayangkari NTB Bekali 1.300 Anggota 'Senjata' AI dan Literasi Keuangan

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Di tengah gempuran teknologi yang kian masif, Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif. Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.300 anggota dari 162 ranting se-NTB “disuntik” ilmu melalui Webinar “Generasi AI Nusantara” pada Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-46 ini bertujuan mencetak anggota Bhayangkari yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga tangguh secara finansial.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo, memberikan pesan menukik dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ibarat dua mata pisau yang harus disikapi dengan bijak.

“AI bisa jadi pendukung utama pendidikan dan kehidupan, tapi jika salah langkah, teknologi ini bisa menghancurkan stabilitas keluarga. Bhayangkari tidak boleh tertinggal, kita harus adaptif!” tegas Ny. Uty di hadapan peserta yang hadir secara daring maupun luring di Gedung Rupatama Polda NTB.

Salah satu poin krusial dalam webinar ini adalah peran strategis Bhayangkari sebagai motor penggerak pencegahan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal dan Judi Online (Judol) yang kini marak menggunakan kedok teknologi digital.

Narasumber literasi keuangan, Yan Anjas Pratama, menekankan pentingnya manajemen dompet keluarga. Menurutnya, ketahanan ekonomi dimulai dari pengendalian konsumsi dan kewaspadaan terhadap investasi bodong.

“Pengelolaan keuangan keluarga harus dimulai dari hal sederhana. Jangan sampai terjebak jeratan Pinjol ilegal hanya karena kurangnya perencanaan,” pesan Yan.

Di sisi pendidikan, Susan Novita menyoroti transformasi peran guru di lingkungan YKB. Di era AI, guru bukan lagi sekadar penyampai materi, melainkan fasilitator kreativitas.

“Generasi saat ini adalah calon inovator. Guru dan orang tua harus menjadi pendamping yang mampu mengarahkan penggunaan teknologi agar tepat guna, bukan malah menjadi budak teknologi,” ungkapnya.

Diskusi yang dipandu oleh Ny. Heny Agus Purwanta ini menyimpulkan tiga pilar utama untuk keluarga Polri yang tangguh di tahun 2026:

  1. Melek AI: Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, bukan untuk hal negatif.

  2. Cakap Finansial: Membentengi keluarga dari iming-iming kekayaan instan lewat Judol/Pinjol.

  3. Pola Asuh Digital: Mendampingi anak agar tetap kritis di tengah banjir informasi.

Dengan antusiasme peserta yang mencapai ribuan orang, Bhayangkari NTB kini resmi memposisikan diri sebagai organisasi yang smart, adaptif, dan siap menjadi garda terdepan pemberdayaan perempuan di era disrupsi. (Ws*/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *