Banner Iklan Aruna

Mandalika Racing Series 2026: Fokus Penjenjangan Rider Muda dan Kelas Baru

  • Bagikan
Mandalika Racing Series 2026: Fokus Penjenjangan Rider Muda dan Kelas Baru
Mandalika Racing Series 2026: Fokus Penjenjangan Rider Muda dan Kelas Baru

LOMBOK TENGAH, RadarNTB.com – Sirkuit Internasional Mandalika kembali menderu. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) resmi membuka putaran pertama ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bertajuk Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa musim 2026 ini akan terdiri dari total lima putaran.

Ajang Pertamina Mandalika Racing Series 2026 ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi pebalap berbakat Indonesia untuk meniti karier ke level internasional.

Salah satu daya tarik utama pada musim ini adalah diperkenalkannya kelas baru yang bertujuan untuk memperkuat struktur penjenjangan atlet balap motor.

“Yang baru di tahun 2026 ini adalah adanya perubahan di beberapa kelas. Kami memperkenalkan kelas Junior Sport 250 U-18 sebagai tahapan penjenjangan berikutnya dari kelas Junior Sport 150 U-15,” ujar Priandhi Satria saat ditemui di Sirkuit Mandalika, sabtu (25/4/2026)

Selain itu, terdapat perubahan nama resmi untuk kelas 150cc. Bekerja sama dengan Sarga Motosport, kelas Junior Sport 150 U-15 kini resmi berganti nama menjadi Indonesia Junior Talent Cup.

“Tujuannya jelas, untuk mencari bibit-bibit baru. Pebalap yang sudah mahir di kelas 150cc kami sarankan naik ke kelas 250cc agar mereka belajar berkompetisi dengan kendaraan yang lebih cepat,” tambah Priandhi.

Pada putaran pertama ini, tercatat sebanyak 102 starter ikut berpartisipasi. Persaingan tersebar di berbagai kelas utama dan pendukung, di antaranya: Nasional Sport 150cc: 16 starter., Nasional Sport 250cc: 27 starter., Nasional Sport 600cc: 5 starter., Indonesia Junior Talent Cup: 31 starter., dan Underbone 150cc & Junior Sport 250 U-18: 23 starter

Priandhi menegaskan bahwa seluruh regulasi balap dalam MRS 2026 mengadopsi standar Asia Road Racing dan diawasi ketat oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta federasi internasional. Hal ini dilakukan agar para pebalap terbiasa dengan aturan profesional sejak dini.

“Kami ingin adik-adik pebalap di sini terbiasa dengan prosedur standar dunia. Mulai dari kedisiplinan waktu hingga regulasi teknis. Jadi, ketika mereka nanti berkesempatan balap di Malaysia, Jepang, atau sirkuit internasional lainnya, mereka sudah tidak kaget lagi karena aturannya sama,” tegasnya.

Melalui ajang ini, MGPA berharap Sirkuit Mandalika tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan event besar seperti MotoGP, tetapi juga menjadi markas lahirnya juara-juara dunia baru dari Indonesia yang mampu bersaing di level tertinggi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *