LOMBOK, radarntb.com — Menjelang perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 pada Oktober mendatang, persiapan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dimatangkan. Anggota DPR RI Komisi V Mori Hanafi bersama General Manager (GM) The Mandalika ITDC Fari Wijaya membeberkan sejumlah fokus perbaikan infrastruktur serta optimalisasi keterlibatan UMKM lokal.
Anggota DPR RI Komisi V, Mori Hanafi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian PUPR tengah memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas penunjang di luar sirkuit, terutama akses jalan bypass dan perlengkapan jalan.
“Soal penerangan jalan, penerangan lampu, rambu-rambu, dan petunjuk jalan sudah menjadi atensi khusus dari Kementerian Perhubungan. Sebelum MotoGP, insyaAllah sudah mulai dicicil pengerjaannya,” ujar Mori saat ditemui di Sirkuit Mandalika, Minggu (26/7/2026).
Terkait kondisi jalur bypass menuju kawasan Mandalika, Mori menegaskan perlunya penanganan permanen akibat kesalahan konstruksi awal saat pengerjaan terburu-buru jelang event MotoGP pertama lalu.
“Kemarin saya datang bersama 22 anggota Komisi V DPR RI. Kalau mau jujur, jalan itu salah di konstruksi awal karena dulu dibangun terburu-buru. Solusinya harus dibongkar ulang agar tidak terus-menerus tambal sulam. Ini yang sedang kita perjuangkan anggarannya,” jelas Mori.
Pada kesempatan yang sama, GM The Mandalika Fari Wijaya menegaskan bahwa ITDC terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Lombok Tengah, serta instansi terkait untuk menyukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
“Dalam rangka menyambut MotoGP 2026, ada beberapa hal yang sudah kami koordinasikan dengan Forkopimda dan instansi terkait. Mulai dari perbaikan jalan akses, penerangan lampu, penataan kebersihan, kerapian kawasan, hingga tata kelola transportasi,” kata Fari Wijaya.
Selain kesiapan fisik kawasan, Fari menekankan pentingnya memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui keterlibatan UMKM di dalam sirkuit.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait di provinsi dan kabupaten untuk penataan UMKM. Kami pastikan di setiap belakang grandstand dan pintu masuk akan tersedia booth UMKM, baik kuliner maupun merchandise, sehingga penonton nyaman dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” pungkas Fari. (rntb)













