MATARAM, radarntb.com – Ambisi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memoles Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi magnet sportainment kelas dunia bukan sekadar isapan jempol. Melalui Masterplan Mandalika 2026, kawasan seluas 1.175 hektare ini kini dipacu menjadi destinasi gaya hidup berkelanjutan yang prestisius.
Namun, visi besar ini butuh gerbang yang mumpuni. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport) harus segera bersolek total.
Gubernur Iqbal menyoroti pentingnya kesan pertama bagi wisatawan. Ia mendorong percepatan perbaikan fisik, mulai dari estetika ruang tunggu hingga modernisasi sistem bagasi.
“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi terbaru,” tegas Iqbal, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya itu, Iqbal membuka pintu lebar-lebar bagi pihak swasta untuk mengelola layanan VIP. Tujuannya jelas: memanjakan investor dan delegasi internasional. Bahkan, sebuah unit mobil listrik telah disiapkan sebagai simbol layanan ramah lingkungan di area VIP.
Masterplan terbaru Mandalika kini lebih terintegrasi dengan pembagian distrik tematik yang ambisius:
-
Kuta District & Circuit District: Pusat adrenalin dan otomotif.
-
Marina West & West Lagoon: Destinasi bahari eksklusif.
-
Golf Resort & Merese Sunset Hill: Hunian mewah dengan pemandangan ikonik.
-
Mandalika Central Park: Ruang publik hijau yang mencakup 19% dari total kawasan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, memastikan bahwa transformasi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Sebagai holding BUMN aviasi, InJourney berkomitmen menyelaraskan konektivitas udara dengan pengembangan destinasi.
“InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu. Penguatan bandara dan layanan pendukung harus selaras agar manfaat ekonominya nyata dirasakan masyarakat,” ujar Maya.
Performa Bandara Lombok sepanjang 2025 menunjukkan sinyal positif:
-
Pemulihan Trafik: Pergerakan penumpang pulih di atas 80% dibanding masa pra-pandemi.
-
Ledakan Kargo: Tumbuh drastis 130%, disokong oleh e-commerce dan logistik event internasional.
-
Konektivitas Internasional: Selain Singapura dan Malaysia, rute baru ke Darwin, Australia sedang dalam bidikan.
Dengan investasi lebih dari Rp130 miliar, bandara ini tengah mempercantik diri melalui konsep “Dress Up NTB” dan ikon Mayung Lombok. Targetnya, bandara bukan sekadar tempat singgah, tapi menjadi pusat kreatif dan sportainment yang membanggakan Indonesia.













