Banner Iklan Aruna

Kemenag NTB Tekankan Penguasaan Bahasa Arab Bagi Petugas Haji Pasca-Musim 2025

  • Bagikan
Kemenag NTB Tekankan Penguasaan Bahasa Arab Bagi Petugas Haji Pasca-Musim 2025
Kemenag NTB Tekankan Penguasaan Bahasa Arab Bagi Petugas Haji Pasca-Musim 2025

MATARAM, radarntb.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru-baru ini mengadakan agenda penting, yaitu pembinaan jemaah taji di tanah air, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Acara ini, diselenggarakan oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), berfungsi sebagai forum evaluasi menyeluruh atas operasional haji 1446 H/2025 M.

Bertempat di Hotel Puri Indah Mataram pada Selasa, 22 Juli 2025, kegiatan ini dihadiri oleh 42 peserta, termasuk perwakilan PHD Provinsi, PHD Kabupaten/Kota, serta Pembimbing KBIHU dari seluruh Pulau Lombok.

Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2025.

Ia menggarisbawahi betapa pentingnya menjaga jalinan silaturahmi yang erat sebagai fondasi utama dalam mengatasi berbagai kendala selama musim haji.

“Situasi yang dihadapi hampir serupa di setiap provinsi, dan berkat kolaborasi erat semua pihak, segala tantangan berhasil diatasi,” jelas Zamroni Aziz.

Lebih lanjut, beliau mengakui bahwa operasional haji tahun ini memang sangat menguras energi para petugas.

Namun, H. Zamroni Aziz juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja luar biasa petugas haji asal NTB.

Berdasarkan evaluasi internal tim monitoring dan evaluasi (monev), petugas NTB dinilai paling tanggap dan cepat dalam menyelesaikan permasalahan di Tanah Suci.

Dari pengalaman pribadinya sebagai tim monev internal di Daker Makkah, H. Zamroni Aziz menyoroti beberapa poin krusial untuk peningkatan kualitas layanan haji di masa mendatang.

Salah satu poin yang paling ditekankan adalah pentingnya penguasaan bahasa Arab bagi para petugas haji.

“Petugas di masa depan setidaknya harus mampu berbahasa Arab,” tegas Zamroni Aziz.

“Mereka juga wajib memahami kondisi lapangan dan memiliki dasar bahasa Arab yang kuat,” imbuhnya.

Ia tidak menampik bahwa persoalan teknis dalam penyelenggaraan haji selalu muncul dan juga dialami oleh provinsi lain.

Salah satu kendala utama yang sering teridentifikasi adalah kurangnya komunikasi yang efektif dengan sektor-sektor terkait di Tanah Suci.

Oleh karena itu, membangun komunikasi yang maksimal dengan ketua kloter menjadi catatan penting yang harus diimplementasikan oleh setiap petugas.

Kakanwil Kemenag NTB secara khusus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Petugas Haji Daerah (PHD) dan PHD Kesehatan atas kontribusi mereka yang luar biasa dalam membantu jemaah haji.

“Posisi Petugas Haji Daerah (PHD), meski tugas utamanya adalah membantu, kontribusi mereka dalam melayani dan memberikan bantuan kepada jemaah haji sangatlah luar biasa. Komitmen PHD dalam membantu jemaah haji patut diacungi jempol. Saya sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, H. Zamroni Aziz juga mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Kami sangat berterima kasih kepada KBIHU. Kami bisa membayangkan betapa sulitnya jika pada saat itu tidak ada KBIHU,” tambahnya.

Di akhir arahannya, H. Zamroni Aziz berharap bahwa pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret, yang akan menjadi panduan dan masukan berharga untuk pelaksanaan haji di tahun berikutnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap operator Siskohat di tingkat Kabupaten/Kota, yang harus benar-benar menguasai sistem tersebut.

“Banyak persoalan haji yang muncul dan tidak pernah terbayangkan oleh petugas haji. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk pelaksanaan ibadah haji di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *