Banner Iklan Aruna

Capaian 2025 dan Hal Besar yang Belum dan Ingin Dicapai Bupati Najmul di KLU 2026 Mendatang

  • Bagikan
Capaian 2025 dan Hal Besar yang Belum dan Ingin Dicapai Bupati Najmul di KLU 2026 Mendatang

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Di bawah kepemimpinan Bupati H Najmul Akhyar, SH., MH., Pemerintah dan Wabup Kusmalahadi Syamsuri, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan menetapkan target-target pembangunan yang ambisius namun terukur. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas hidup manusia dan kemandirian fiskal daerah.

Bupati Najmul menekankan bahwa meskipun Lombok Utara merupakan kabupaten termuda di NTB, progres pembangunannya menunjukkan tren yang sangat positif, seperti:

  • Penurunan Kemiskinan Tertinggi Nasional: Salah satu capaian membanggakan adalah keberhasilan KLU menekan angka kemiskinan hingga lebih dari 3%, yang diakui pemerintah pusat sebagai salah satu penurunan tertinggi di Indonesia.

  • Peningkatan IPM yang Progresif: Di sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Lombok Utara secara konsisten menjadi top mover di NTB dengan peningkatan yang paling progresif setiap tahunnya, meskipun secara peringkat masih berada di posisi bawah.

  • Penguatan Ekonomi Pertanian: Pemerintah telah menyalurkan bantuan modal dengan bunga ditanggung pemerintah serta pembagian bibit gratis, seperti bibit jagung senilai Rp6 miliar di Kecamatan Kayangan, untuk melayani langsung kebutuhan petani.

“Kalau kita bicara IPM, memang di NTB ini IPM kita masih terendah. Tapi yang kita syukuri adalah dari tahun ke tahun, progres peningkatan IPM Lombok Utara itu selalu menjadi top mover atau peningkatan IPM yang paling progresif di Nusa Tenggara Barat,” kata Najmul.

“Alhamdulillah progres penurunan angka kemiskinan ini juga tinggi, sehingga kita sangat bersyukur kemarin pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada kita sebagai kabupaten dengan penurunan angka kemiskinan yang paling tinggi di Indonesia, 3 persen lebih itu termasuk tinggi,” tambahnya.

Salah satu hal besar yang saat ini sedang diperjuangkan dan ingin dicapai adalah kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD):

Dijelaskan, saat ini intervensi PAD terhadap APBD berada di angka 26%. Bupati menargetkan angka ini meningkat menjadi 35% pada tahun 2026 melalui perencanaan anggaran yang matang.

Strategi yang akan ditempuh Bupati Najmul, terus mencari sumber PAD baru dan merawat serta meningkatkan kualitas sumber pendapatan yang sudah ada.

Ia ingin memaksimalkan sektor pariwisata agar memberikan feedback PAD yang tinggi melalui peningkatan pelayanan dan infrastruktur.

“di pariwisata ini tidak hanya berbicara tentang berapa yang kita peroleh dari sektor pariwisata, tetapi bagaimana kita melayani sektor pariwisata itu. Insya Allah kalau kita melayani dengan baik, kita membangun dengan sungguh-sungguh, maka feedback-nya adalah kita bisa mendapatkan PAD yang tinggi,” terangnya.

“Konsen kita itu bukan semata-mata kepada berapa yang kita dapatkan, tetapi bagaimana pemerintah bergerak cepat, sungguh-sungguh, dan dengan pertimbangan yang tepat untuk melayani sektor pariwisata ini,” tegasnya.

Meskipun banyak kemajuan, Bupati mengakui masih ada beberapa hal besar yang menjadi pekerjaan rumah dan ingin segera dituntaskan, antaranya:

  • Kesejajaran IPM: Target utama yang belum sepenuhnya tercapai adalah membawa IPM Lombok Utara sejajar, bahkan melampaui kabupaten/kota lain di NTB melalui perbaikan simultan di sektor kesehatan, pendidikan, dan daya beli.

  • Lombok Utara “Terang Benderang”: Melalui program lampu penerangan jalan (KPBU), bupati ingin menghidupkan ekonomi malam hari bagi pelaku UKM sehingga ekonomi masyarakat tetap tumbuh 24 jam.

  • Kualitas Layanan Kesehatan: Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan rumah sakit daerah mampu memberikan pelayanan terbaik tanpa kekurangan, sebagai standar dasar kesejahteraan rakyat.

Dengan komitmen pada pelayanan yang cepat dan sungguh-sungguh, Bupati Najmul Akhyar optimis bahwa target-target besar ini dapat direalisasikan demi membawa Lombok Utara menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera.

“Yang ingin kita capai itu memaksimalkan PAD kita untuk kesejahteraan rakyat. Jadi peningkatan PAD ini penting untuk terus-menerus dilakukan, membuat inovasi-inovasi, kemudian membuat bagaimana menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *