Banner Iklan Aruna

Sespimti Polri Dikreg 35 Sambangi DPRD NTB Setelah Temui Gubernur

  • Bagikan
Sespimti Polri Dikreg 35 Sambangi DPRD NTB Setelah Temui Gubernur
Sespimti Polri Dikreg 35 Sambangi DPRD NTB Setelah Temui Gubernur

MATARAM, radarntb.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi magnet bagi para calon pimpinan Polri dalam merumuskan strategi kedaulatan pangan nasional. Setelah menerima paparan visi besar dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), kontingen Sespimti Polri Dikreg ke-35 melanjutkan langkahnya dengan menyambangi Gedung DPRD NTB untuk mendalami implementasi kebijakan di lapangan.

Rangkaian kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) ini dipimpin langsung oleh Irjen Pol Drs. Agus Djaka Santoso dengan fokus utama menyinkronkan data lapangan demi mendukung misi “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas”.

Dalam pertemuannya dengan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal Senin, (13/4/2026), kontingen Sespimti Polri Dikreg ke-35 disuguhkan paparan tentang tiga pilar utama pembangunan NTB saat ini (Ketahanan Pangan, Pengentasan Kemiskinan, dan Pariwisata Kelas Dunia,red).

Mengingat 60 persen penduduk NTB adalah petani, dalam paparannya Miq Iqbal menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian adalah kunci memutus rantai kemiskinan ekstrem yang masih menyasar sekitar 114 ribu jiwa. Beberapa terobosan yang dipaparkan antara lain:

  • Revolusi Irigasi: Optimalisasi 14 ribu hektare lahan yang memungkinkan petani panen hingga 4 kali setahun.

  • Industrialisasi Jagung: Investasi senilai Rp1,3 triliun hasil kerja sama dengan Kementan untuk membangun pabrik pakan ternak di NTB agar nilai tambah tetap berada di daerah.

  • Pariwisata: Penambahan 3 destinasi internasional baru untuk melengkapi 7 destinasi dunia yang sudah ada.

Berangkat dari paparan Gubernur, tim Sespimti kemudian bergerak menuju gedung legislatif. Di sana, mereka diterima secara lengkap oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua, hingga jajaran Ketua Komisi.

Irjen Pol Drs. Agus Djaka Santoso menjelaskan bahwa kunjungan ke DPRD bertujuan untuk melihat bagaimana visi eksekutif tersebut mendapat dukungan regulasi dan pengawasan dari sisi legislatif.

“Kami berdiskusi tentang bagaimana menambah wawasan bagi Serdik (Peserta Didik) tentang ketahanan pangan. Hasilnya nanti akan dituangkan dalam bentuk tulisan akademis. Kami ingin mensinkronkan hasil pembelajaran di kelas dengan realita yang ada di lapangan,” ujar Irjen Pol Agus Djaka di Gedung DPRD.

Kegiatan PKDN yang berlangsung selama satu minggu ini melibatkan 57 peserta didik. Data yang dikumpulkan—mulai dari strategi “Desa Berdaya” milik Gubernur hingga dinamika pengawasan di DPRD—akan disusun menjadi naskah kajian strategis.

Irjen Pol Agus Djaka Santoso memberikan apresiasi tinggi terhadap karakteristik NTB yang kuat dalam sektor pangan.

Menurutnya, strategi yang diterapkan di NTB layak menjadi percontohan nasional dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selain eksekutif dan legislatif, tim Sespimti juga menjadwalkan kunjungan ke stakeholder lain seperti Polda NTB, Kejaksaan Tinggi, jajaran TNI (Danrem/Danlanut), hingga tokoh masyarakat guna mendapatkan perspektif yang utuh mengenai ketahanan wilayah di Nusa Tenggara Barat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *