google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Bapelkes Mataram Menggelar Pelatihan Gizi Bencana Tahap 1 - Radar NTB

Bapelkes Mataram Menggelar Pelatihan Gizi Bencana Tahap 1

  • Bagikan
Bapelkes Mataram Menggelar Pelatihan Gizi Bencana Tahap 1
Bapelkes Mataram Menggelar Pelatihan Gizi Bencana Tahap 1

MATARAM radarntb.com – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapeleks) Mataram Kemenkes RI menggelar pelatihan gizi bencana tahap 1 tahun 2023 ini.

Kegiatan pelatihan gizi bencana tahap 1 di Bapelkes Mataram itu, terlaksanakan secara daring selama 6 hari mulai tanggal 15 hingga 20 Mei 2023.

Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI Ali Wardana mengatakan, dampak akibat bencana alam gempa bumi tahun 2018 di pulau Lombok secara fisik umumnya adalah rusaknya berbagai sarana dan prasarana fisik seperti permukiman, bangunan fasilitas pelayanan umum dan sarana transportasi serta fasilitas umum lainnya.

Namun demikian, kata dia, dampak yang lebih mendasar adalah timbulnya permasalahan kesehatan dan gizi pada kelompok terdampak bencana akibat rusaknya sarana pelayanan kesehatan.

Selain itu masalah lain yang dihadapi saat dan sesudah bencana terjadi, terputusnya jalur distribusi pangan, rusaknya sarana air bersih dan sanitasi lingkungan yang buruk.

Ada juga permasalahan gizi pada situasi bencana yang sering terjadi adalah meningkatnya angka kurang gizi, defisiensi mikronutrien, dan dalam beberapa konteks kekurangan gizi kronis.

“Kondisi rawan bencana serta adanya permasalahan gizi menuntut kesiapan dari setiap pemangku kepentingan untuk dapat melakukan penanganan gizi yang tepat ketika bencana,” ujarnya.

Dijelaskan, Pelatihan Gizi Bencana Angkatan 1 yang telah dilaksanakan dan 11 angkatan berikutnya merupakan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas petugas pada tingkat provinsi sampai kabupaten/kota dalam melakukan koordinasi dan penanganan gizi secara komprehensif.

“Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 75 tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan, serta PMK no 4 tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum bidang Kesehatan,” jelasnya.

“Regulasi-regulasi ini mengamanatkan bahwa penanggulangan gizi pada situasi bencana dan krisis kesehatan menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta masyarakat,” tambahnya.

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan dapat berperan sebagai pengelola penanganan gizi pada masa tanggap darurat yang tergabung dalam mekanisme sub klaster gizi serta memahami mekanisme koordinasi pelaksanaannya.

“Praktik baik dalam proses pembelajaran pada Pelatihan Gizi Bencana Angkatan 1 ini akan diterapkan dan dikembangkan pada pelatihan berikutnya,” jelasnya.

Sementara evaluasi kelulusan peserta berdasarkan beberapa penilaian yaitu post test dan penugasan, 25 peserta dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat.

“Kami ucapkan selamat kepada semua peserta, dan sampaikan salam kami kepada pimpinan Bapak/Ibu. Selamat melanjutkan rutinitas aktivitas kantor seperti semula,” ucapnya.

“terima kasih atas saran-saran dan masukan untuk Bapelkes Mataram, akan kami tindak lanjuti demi perbaikan pelaksanaan pelatihan kedepannya, Mohon do’anya semoga Bapelkes Mataram kedepannya semakin maju dan professional dalam memberikan pelayanan khususnya di bidang kediklatan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *