google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms KBTI KLU Memupuk Rasa Toleransi Antar Umat Beragama Dengan Berbagi Takjil

KBTI KLU Memupuk Rasa Toleransi Antar Umat Beragama Dengan Berbagi Takjil

  • Bagikan
KBTI KLU Memupuk Rasa Toleransi Antar Umat Beragama Dengan Berbagi Takjil
KBTI KLU Memupuk Rasa Toleransi Antar Umat Beragama Dengan Berbagi Takjil

TANJUNG radarntb.com – Dalam semangat saling berbagi dan memupuk rasa toleransi antar umat beragama, Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) di bantu anggota Polsek Tanjung berbagai takjil.

Berbagi takjil yang dilakukan keluarga besar KBTI bertempat di depan Kantor Polsek Tanjung, KLU pada Kamis 04/04/2024.

Surdianto, ketua KBTI KLU menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, sekitar 300 umat Buddha dari beberapa wihara di KLU turut berpartisipasi dengan mendistribusikan sekitar 700 butir kelapa muda kepada pengguna jalan, termasuk pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki.

“kami dari KBTI KLU mengerahkan semua umat Buddha dari beberapa wihara di KLU, kurang lebih ada 300 orang yang hadir dari masing masing vihara.” ungkapnya.

“jumlah kelapa muda yang di distribusikan saat ini sekitar 700 butir kelapa muda yang kami bagikan,” tambahnya.

Surdianto menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun menjelang pelaksanaan Idul Fitri.

Selain untuk menumbuhkan rasa toleransi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat rasa persaudaraan di antara masyarakat KLU.

“dengan saling mendukung dan memahami perbedaan, kita dapat hidup berdampingan secara harmonis. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk menciptakan lingkungan yang penuh dengan semangat dukungan dan persatuan,” terangnya.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun hubungan yang harmonis dan menghormati perbedaan antar umat beragama di KLU.

“karena sejauh ini dengan kita saling mendukung, saling mensupport perbedaan, dan saling memahami, maka tujuan dari toleransi itu adalah untuk hidup berdampingan.” katanya.

“kemudian untuk menumbuhkan rasa persaudaraan karena sejauh ini kita di KLU sangat lekat sekali dengan “mempolong merenten” (persaudaraan) jadi ini yang harus kita bangun, kita ciptakan supaya saling memberikan semangat dukungan yang perlu kita ciptakan di KLU ini. (Ten*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *