google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Koalisi Partai Demokrat PKS Nasdem Zarkasi Komitment Pegang Amanah - Radar NTB

Koalisi Partai Demokrat PKS Nasdem Zarkasi Komitment Pegang Amanah

  • Bagikan
Koalisi Partai Demokrat PKS Nasdem Zarkasi Komitment Pegang Amanah
Koalisi Partai Demokrat PKS Nasdem Zarkasi Komitment Pegang Amanah

LOMBOK UTARA radarntb.com – Sekertaris Jendral (Sekjen) dewan pimpinan cabang DPC Partai Demokrat KLU Zarkasi Haq S,Ag ucap syukur sudah ada titik terang tentang koalisi Tiga Partai Politik antara Demokrat, Nasdem dan PKS.

“Selaku kader dan pimpinan Partai yang solid tentunya kami berkomitmen memegang amanah Ketua umum AHY untuk memperkuat koalisi.” ungkap Zarkasi di kantornya, Jumat (27/1/2023).

Ia juga mengajak kader dan simpatisan sampai lapisan paling bawah bersama sama membentuk sekretariat perubahan, sebagai bukti nyata dari komitmen Partai Demokrat untuk mewujudkan koalisi perubahan.

“Karena koalisi ini adalah koalisi yang memiliki niat, Pemikiran dan karakter yang sama membawa amanah rakyat yang menginginkan adanya perubahan dan perbaikan,” tambahnya.

Komunikasi dan diskusi politik untuk membentuk koalisi ini ungkap Zarkasi sudah lumayan lama sehingga menghabiskan waktu 6 bulanan.

“tapi Alhamdulillah sudah ada sinyal dari Ketum untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan Sehingga ketum bisa menyampaikan amanah dan instrusi ini dari jakarta melalui media berita nasional” Terangnya

Ia juga menyampaikan bahwa partai Demokrat mengajak Nasdem dan PKS segera bentuk sekretariat perubahan untuk usung Anies Baswedan sebagai bacapres 2024.

“di Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak Partai Nasdem dan PKS untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan,” katanya.

Itu, sebagai bukti keseriusan dan komitmen Partai Demokrat untuk mewujudkan Koalisi perubahan.

“AHY menegaskan, koalisi Demokrat, PKS, dan Nasdem bertemu bukan untuk politik transaksional dan pragmatisme,” sebut Zarkasi.

“menurut AHY, Koalisi Demokrat, PKS, dan Nasdem dipersatukan oleh visi dan semangat yang sama, senasib dan seperjuangan, untuk mengemban amanah rakyat yang menginginkan perubahan dan perbaikan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.

Zarkasi menceritakan, sebenarnya kerja tim kecil koalisi Perubahan sudah mendekati tahap final, dengan rentang waktu komunikasi lebih dari enam bulan, sudah cukup untuk mengambil keputusan yang penting dan fundamental.

Adapun terkait Bakal Calon Presiden (Bacapres), tambahnya, sudah ada kesamaan cara pandang dari ketiga partai untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024.

“bagi Demokrat, Mas Anies adalah Tokoh Perubahan dan Perbaikan,” ujarnya.

Bacawapres diserahkan pada Bacapres
terkait Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres), sebagaimana telah diketahui, Partai Nasdem menyerahkan penuh kepada Bacapres Anies Baswedan.

“sementara itu, AHY mengakui, Demokrat dan PKS masing-masing memiliki aspirasi kader utamanya sebagai Bacawapres,” beber Zalasi.

“Sebagai aspirasi selaku calon anggota koalisi, itu wajar,” tambahnya.

Yang terpenting, lanjutnya, diskusi Bacawapres hendaknya tidak menghambat finalisasi koalisi.

“kata AHY, kami rasional saja, Jangan sampai faktor penentuan Bacawapres ini justru menjadi hal yang menghambat bagi terbentuknya Koalisi Perubahan,” sebutnya.

“Untuk itu, Demokrat akan mengajak PKS agar menyerahkan keputusan bacawapres kepada bacapres yang kita usung, dengan demikian, tiga partai memiliki kesetaraan yang sama dalam koalisi,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, Bacapres akan memiliki independensi dalam menentukan pasangannya, tanpa diintervensi oleh pihak manapun.

“pasangan ini akan harmonis dan saling melengkapi ketika kelak mendapatkan amanah untuk menjalankan roda pemerintahan. Bukan ‘kawin paksa,” terangnya.

Mengenai kriteria Bacawapres, seperti yang disampaikan oleh Anies Baswedan, AHY merasa tidak ada kendala.

“Terkait kriteria Bacawapres, secara prinsip tidak ada masalah bagi AHY, Itu haknya Bacapres,” katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, saat berkunjung ke Bandung (22/1/2023), Anies menyatakan bahwa dirinya akan memilih Bacawapres yang paling berkontribusi pada pemenangan, berkontribusi pada stabilitas koalisi, mendukung efektivitas pemerintahan, dan memiliki chemistry atau Dwi-Tunggal.

Yang jelas, AHY menegaskan pentingnya finalisasi koalisi untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

“Hasil keliling AHY ke berbagai daerah, banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan Koalisi Perubahan ini terbentuk,” ujarnya.

Untuk itu, menurut AHY, tahapan yang harus segera dilakukan berikutnya adalah menyegerakan pertemuan ketiga Ketum Parpol untuk membentuk Sekretariat Perubahan.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MOU para pimpinan Parpol, agar memenuhi syarat kecukupan presidential threshold 20%.

“MOU ini idealnya mengatur komitmen ketiga Parpol untuk memperjuangkan harapan rakyat akan perubahan dan perbaikan, khususnya terkait masalah ekonomi, kesejahteraan sosial, keadilan, penegakan hukum, dan demokrasi, sekaligus memberi mandat kepada Bacapres untuk sesegera mungkin menentukan pasangannya,” bebernya.

Percepatan ‘Paket Komplet’ Jadi Game Changer. Selanjutnya, AHY menegaskan, untuk waktu yang tidak terlalu lama, baru kemudian dilakukan deklarasi resmi ketiga Parpol Koalisi Perubahan beserta pasangan Bakal Capres-Cawapres yang akan diusung. Inilah yang ia sebut dengan ‘Paket Komplet’.

“Paket komplit ini adalah satu keharusan agar pasukan Koalisi Perubahan yang dibentuk betul-betul siap tempur, untuk memenangkan Pemilu 2024. Insya Allah tidak akan ‘masuk angin’ oleh infiltrasi pasukan lawan yang menjanjikan berbagai hal, padahal sebenarnya bertujuan untuk memecah belah dan mengadu domba Koalisi Perubahan,” tanggapnya.

Selain itu, lanjut Zalasi, jika ada partai lain yang juga ingin ikut serta dalam Koalisi Perubahan ini, Demokrat akan menyambut baik.

“Prinsipnya, bagi Demokrat, Koalisi Perubahan adalah koalisi yang terbuka. Yang terpenting, kita memiliki cara pandang dan komitmen yang sama, agar saling menguatkan, bukan saling melemahkan,” katanya.

Faktor momentum percepatan deklarasi ini juga menjadi penting agar koalisi dan pasangan yang diusung bisa mendapatkan keuntungan waktu untuk menyiapkan infrastruktur pemenangan, dari tingkat pusat hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Lawan yang akan dihadapi Koalisi Perubahan anggap saja yang terberat, yang memiliki sumber daya dan logistik melimpah. Maka dengan deklarasi ‘Paket Komplet’ sesegera mungkin, faktor waktu akan menjadi modal terbesar bagi Koalisi Perubahan,” terangnya.

Kemudian, lanjutnya, setelah koalisi ini terbentuk, ketiga Parpol bisa saling bergandengan tangan, untuk saling menjaga, melindungi, menguatkan, dan menghadapi segala tantangan bersama-sama.

Dengan demikian, AHY berharap, jika langkah finalisasi koalisi ini bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan menghadirkan energi perjuangan yang lebih besar.

“Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk menjemput takdir, Insya Allah ini akan menjadi game changer, Sehingga koalisi Demokrat, PKS, dan Nasdem, serta Bacapres dan Bacawapres yang diusungnya, bisa mengemban amanah rakyat dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya (Teno*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *