Banner Iklan Aruna

Merawat Sejarah Bima di Tengah Arus Modernitas

  • Bagikan
Merawat Sejarah Bima di Tengah Arus Modernitas
Foto ilustrasi Opini berjudul: Merawat Sejarah Bima di Tengah Arus Modernitas

OPINI, – Pembangunan di bima kini bergerak semakin cepat. infrastuktur jalan, investasi, pariwisata dan teknologi kian mengisi ruang-ruang kehidupan masyarakat. Di tengah persimpangan antara arus modernitas dan geliat pembangunan, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian, yaitu ingatan sejarah bima itu sendiri. Modernitas melahirkan keterasingan, ketika pengetahuan tentang asal usul sejarah bima perlahan tersisih dari ruang publik.

Sejarah bima tidak seharusnya dipahami sebatas deretan kisah tentang kerajaan atau silsilah kekuasaan, tetapi sejarah bima menyimpan nilai sosial, identitas diri dan cara pandang hidup masyarakat bima dalam membaca realitas dan menghadapi perubahan. Sejarah menjadi dasar pembentukan identitas kolektif yang memberi arah bagaimana masyarakan bersikap terhadap perubahan zaman.

Ketika sejarah mulai dipinggirkan, yang sebenarnya terancam hilang bukan hanya ingatan tentang masa lalu, tetapi juga kesadaran akan jati diri. Di titik ini, kemajuan patut dipertanyakan. Apakah bima sedang benar-benar maju, atau justru perlahan melupakan dirinya sendiri?

Sejarah bima tidak berhenti pada catatan tentang kesultan semata. Di balik struktur kekuasaan dan kronologis pristiwa, Kesultanan bima mewariskan Maja Labo Dahu sebagai fondasi etika hidup masyarakat, bukan sekedar simbol budaya. Rasa malu berbuat salah dan kesadaran batin untuk takut melanggar nilai-nilai kebaikan.

Ini bukan ajaran kuno, melainkan prinsip moral yang harus di genggam erat di tengah krisisnya etika publik hari ini. Mengabaikan sejarah berarti melemahkan akar moral masyarakat itu sendiri. Sayangya, arus modernitas kerap melaju tanpa kepedulian terhadap warisan sejarah. Situs-situs bersejarah dibiarkan terabaikan, arsip tercerai-berai, dan narasi sejarah kehilangan ruang. Sejarah hanya muncul saat upacara dan dipidatokan, lalu dilupakan kembali. Akibatnya, sejarah hadir sebagai ritual tahunan yang hampa makna, bukan sebagai pengetahuan hidup yang seharusnya membentuk cara berpikir, bersikap dan mengambil keputusan.

Generasi muda bima hari ini lebih akrab dengan budaya populer global dari pada sejarah daerahnya sendiri. Ini bukan semata soal selera, tetapi akibat minimnya ruang edukasi sejarah lokal, baik di sekolah, kampus, maupun ruang publik yang belum memberikan tempat yang memadai bagi sejarah bima untuk hadir secara menarik dan bermakna.

Ketika sejarah gagal dikomunikasikan dengan bahasa zaman, sejarah lokal akan terus tersisih oleh derasnya arus global yang menawarkan hiburan instan dan identitas siap pakai. Pemerintah daerah seharusnya menjadi penanggung jawab utama terhadap perawatan sejarah. faktanya, sejarah belum mejadi perhatian pemerintah.

Namun, hingga kini, Perlindungan situs, pengelolaan arsip, dan integrasi sejarah dalam perencanaan kota masih lemah. Sejarah kerap diposisikan sebagai pelengkap sektor pariwisata, bukan sebagai pembangunan yang berakar pada identitas. Media bukan sekedar saluran informasi, tetapi juga ruang yang membentuk ingatan kolektif. Di tengah perkembangan digital.  Di era digital, arsip sejarah bisa dihidupkan kembali melalui digitalisasi dan distribusi yang luas kepada publik.

Merawat sejarah bukan berarti menolak kemajuan. Modernitas yang sehat justru membutuhkan sejarah sebagai panutan arah. Bima tidak kekurangan potensi untuk maju, tetapi akan kehilangan makna jika kemajuan itu di bangun tanpa ingatan. Sejarah bukan penghambat masa depan, melaikan penopang agar masa depan tidak kehilangan jati diri.

Nama : Astuti Tempat, Tanggal Lahir : Kota Bima, 31 Desember 2004 Alamat Rumah : BTN Panggi, Kota Bima No HP : 085253702559 Email : utycantik119@gmail.com Instagram : utyyhusnia
Penulis Opini Berjudul Merawat Sejarah Bima di Tengah Arus Modernitas
Nama : Astuti (Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab UIN Alauddin Makassar)
Tempat, Tanggal Lahir : Kota Bima, 31 Desember 2004
Alamat Rumah : BTN Panggi, Kota Bima
No HP : 085253702559
Email : utycantik119@gmail.com
Instagram : utyyhusnia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *