MATARAM, radarntb.com – Kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya ditunjukkan secara nyata oleh Nurul Astini (24), jemaah haji asal Sintung, Pringgarata, Lombok Tengah. Di tengah kegembiraan ribuan jemaah yang bersiap berangkat, Nurul memilih untuk mengajukan penundaan keberangkatan demi mendampingi ibunya yang kini tengah terbaring sakit.
Langkah ini diambil setelah sang ibu dinyatakan mengalami kelelahan ekstrem dan kondisi kesehatannya menurun drastis sesaat sebelum jadwal keberangkatan Kloter 12.
Dalam wawancara singkat di Asrama Haji, Rabu (6/5/2026) Nurul yang terlihat tegar menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah kesembuhan sang ibu.
“Ibu sakit, jadi saya minta tunda keberangkatan sampai ibu sembuh. Nanti kalau sudah sehat, baru kami berangkat bersama-sama,” ungkap Nurul.
Gadis berusia 24 tahun ini seharusnya berangkat Rabu ini, namun, situasi medis mengharuskannya untuk tetap berada di samping sang ibu yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah, H. Lalu Syamsul Hadi, membenarkan situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak penyelenggara haji sangat memahami kondisi emosional dan medis yang dihadapi jemaah.
Dijelaska, Nurul dan ibunya resmi menunda keberangkatan dari Kloter 12. Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian medis terkait kondisi istitha’ah (kemampuan) kesehatan sang ibu.
Sementara pihak panitia akan terus memantau perkembangan kesehatan sang ibu di bawah pengawasan tim medis.
Jika kondisi membaik dalam waktu dekat, mereka direncanakan akan diberangkatkan pada kloter tersisa, yakni antara Kloter 13, 14, atau 15.
Sambil menunggu jadwal keberangkatan baru dan kepulihan ibunya, Nurul akan tetap difasilitasi untuk tinggal di Asrama Haji agar koordinasi dengan petugas tetap berjalan lancar.
“Ini adalah keputusan yang bijak dari pihak keluarga. Kami dari petugas haji sudah menyetujui penundaan ini. Prioritas utama kami adalah memastikan jemaah berangkat dalam kondisi sehat walafiat agar bisa menjalankan ibadah dengan maksimal di Tanah Suci,” pungkas Syamsul Hadi.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis masih melakukan upaya terbaik untuk memulihkan kondisi ibu dari Nurul Astini agar impian mereka beribadah ke Baitullah tahun ini tetap dapat terwujud.













