Banner Iklan Aruna

Satu Jemaah Haji Asal Loteng Meninggal Dunia, Dua Lainnya Batal Berangkat Karena Sakit

  • Bagikan
Satu Jemaah Haji Asal Loteng Meninggal Dunia, Dua Lainnya Batal Berangkat Karena Sakit
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah Haji Lalu Syamsul Hadi, saat dikonfirmasi tentang jemaah haji asal Loteng yang meninggal dunia dan dua lainnya batal berangkat karena sakit

LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Lombok Tengah (Loteng) diwarnai kabar duka dan pembatalan, satu jemaah meninggal dunia, dua lainnya gagal berangkat karena sakit.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah, H. Lalu Syamsul Hadi, mengonfirmasi bahwa dari total kuota yang tersedia, terdapat tiga jamaah yang gagal berangkat pada musim haji tahun ini.

“Yang gagal berangkat ini ada tiga orang. Satu orang meninggal dunia, dan dua orang lainnya karena sakit, yaitu menderita stroke dan TBC,” ujar Syamsul Hadi dalam sesi wawancara, Rabu (6/5/2026).

Syamsul menjelaskan bahwa untuk jamaah yang meninggal dunia, posisinya telah digantikan oleh putra kandungnya melalui proses pelimpahan porsi. Sang putra pun telah diberangkatkan bersama rombongan kloter 7.

Sementara itu, untuk dua jamaah yang sakit, keberangkatan mereka terpaksa ditunda hingga tahun depan sembari menunggu perkembangan kondisi kesehatan.

Dikatakan, karena keluarga belum mengajukan pelimpahan, kursi yang ditinggalkan otomatis diisi oleh jamaah cadangan yang naik urutan porsinya.

Meski ada pembatalan, total jemaah haji Lombok Tengah tetap berjumlah 1.174 orang karena posisi yang kosong langsung terisi oleh sistem cadangan.

Hingga saat ini, Syamsul Hadi memastikan bahwa jemaah yang sudah berada di Mekkah (Kloter 2 dan 7) dalam keadaan sehat walafiat.

Untuk Kloter 12 yang dijadwalkan berangkat hari ini, dilaporkan satu jemaah sempat dirujuk ke rumah sakit karena kelelahan, namun diharapkan tetap bisa mengikuti jadwal penerbangan.

“Kami mengimbau jemaah yang sudah di Tanah Suci untuk tetap menjaga kesehatan, mengikuti arahan ketua kloter, dan tidak beraktivitas sendirian,” pesannya.

Sebagai informasi tambahan, jemaah tertua asal Lombok Tengah pada musim ini berusia 93 tahun atas nama Asbah, sedangkan jemaah termuda berusia 18 tahun atas nama Muhammad Safarizinan, yang berangkat melalui jalur pelimpahan porsi dari ibunya.

Lombok Tengah menyisakan satu kloter lagi, yakni Kloter 15 (kloter campuran), yang dijadwalkan akan bertolak pada 9 Mei mendatang sebagai rombongan terakhir.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *