Masjid Berornamen Tionghoa Atau Cina Tiongkok Menyerupai Kelenteng Ada di Pulau Lombok

  • Bagikan
Masjid Berornamen Tionghoa Atau Cina Tiongkok Menyerupai Kelenteng Ada di Pulau Lombok
Masjid Berornamen Tionghoa Atau Cina Tiongkok Menyerupai Kelenteng di Pulau Lombok - foto Maman/ radarntb.com

LOMBOK BARAT radarntb.com – Masjid Berornamen Tionghoa atau Cina Tiongkok menyerupai Kelenteng ada di Pulau Lombok, seorang Muallaf keturunan Tionghoa yang membangunnya. Dia adalah HM Maliki, seorang pedagang snack di Pasar Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.


Bangunan dengan arsitektur Tionghoa atau Kelenteng biasanya menjadi tempat beribadah umat Budha atau Konghucu.

Namun, ada pula bangunan berarsitektur Tionghoa yang berfungsi sebagai Masjid tempat beribadah umat Islam.

Masjid berornamen Tionghoa yang satu ini memberikan warna baru di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Masjid berornamen Tionghoa ini terletak di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Masyarakat setempat menyebutnya Masjit Tiongkok, karena menyerupai bangunan yang ada di Cina sana.

Masjid Tiongkok ini, dibangun oleh seorang Muallaf keturunan Tionghoa, yang dulunya beragama Budha, dia adalah Haji Muhammad Maliki.

H M Maliki – RadarNTB.com

Haji Muhammad Maliki atau HM Maliki mendapat hidayah memeluk agama Islam pada tahun 1989 silam.

Berawal dari Ceramah KH Zainuddin MZ yang sering dia dengar di Speaker Masjid, kemudian bermimpi didatangi beberapa orang menggunakan jubah putih dan bersalaman dengannya.

Selain itu istrinya juga bermimpi membaca dua kalimat syahadat di Akhirat.

Dua mimpi itu membuatnya bingung, kenapa ada orang-orang berjubah putih mendatanginya, dan istrinya tiba-tiba bisa mengucapkan Syahadat didalam mimpinya.

Lantas mimpinya itu ditanyakan kepada orang yang mengerti. Tak lama kemudian dia dan Istrinya memeluk agama Islam.

Setelah memeluk agama Islam HM Maliki sering mengadakan pengajian di rumahnya.

“seorang ustad berkata kepada saya, kalau Sohlat kita sudah bagus, kelak di Akhirat urusan kita tidak akan rumit,” ungkap HM Maliki kepada radarntb.com di Tokonya, Bertais Kota Mataram, (5/4)

Mendengar kata-kata ustad tersebut, HM Maliki lantas membangun Masjid berornamen Tionghoa itu, pada tahun 2010 silam.

Hingga kini, masjid berornamen Tiongkok atau Tionghoa, sudah dibangun oleh H Maliki sebanyak dua buah, yakni di Desa Pakuan dan satunya lagi di Dusun Sangiang, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Pada dasarnya, Masjid yang sudah dibangun oleh HM Maliki sebanyak 6 buah, namun yang berornamen Tionghoa ada dua, yakni di Desa Pakuan dan satunya lagi di Dusun Sangiang.

Karena berukuran kecil, Masjid berornamen Tionghoa yang dibangunnya itu, hanya dipakai untuk Sholat, Mengaji dan sebagai tempat acara lainnya seperti pernikahan.

Di sekitar Masjid, baik di Sangiang maupun di Pakuan, terdapat arena bermain.

Siapapun boleh datang ketempat ini, bahkan masyarakat setempat menjadikannya sebagi tempat wisata.

Seperti halnya Masjid Tiongkok di Desa Pakuan ini, terdapat jembatan bambu yang panjang dan cukup menguji adrenalin.

Berwisata ke tempat ini, pengunjung akan dikenakan tarif parkir saja, hasilnya dipakai untuk biaya pemeliharaan Masjid.

Sementara Masjid Tionghoa yang ada di Dusun Sangiang, terdapat Kolam Renang, Restauran dan Taman Bermain.

Nah jika anda berminat ketempat ini untuk sekedar rekreasi, boleh-boleh saja kok, justru uang yang anda berikan terhitung sebagai donasi untuk pemeliharaan masjid, artinya anda sudah beramal hari ini.

Selamat berwisata. (Maman/radarntb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.