MATARAM, radarntb.com – Misi Dagang dan Investasi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat nilainya mencapai angka triliunan.
Pada pertemuan yang berlangsung antara pemerintah Provinsi Jawa Timur dan NTB disalah satu hotel di Kota Mataram, Rabu (9/7/2025) kemarin, membuahkan hasil signifikan, dengan total kesepakatan transaksi final mencapai Rp 1.068.809.135.000., (1,06 Triliun).
Angka fantastis ini mencerminkan komitmen kuat kedua provinsi dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan regional.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Jamaluddin Maladi menjelaskan, dari total nilai tersebut, Jawa Timur mencatat penjualan produk sebesar Rp 764.912.385.000 kepada NTB. Sementara itu, nilai pembelian produk dari NTB mencapai Rp 153.896.750.000.
“Tak hanya berfokus pada perdagangan, Jawa Timur juga menanamkan investasi sebesar Rp 150.000.000.000 di NTB, khususnya di sektor peternakan ungags,” jelas Jamal.
Berbagai komoditas menjadi tulang punggung transaksi ini, menunjukkan keragaman potensi ekonomi kedua wilayah, brikut datanya:
Jawa Timur Menjual:
- Produk Peternakan: Pakan Ikan, Pakan Udang, Pakan Ternak, Daging Ayam Beku, Daging Ayam & Bebek.
- Produk Konsumsi: Rokok, Kopi, Cabe, Bumbu Dapur.
- Industri Kreatif: Produk Fashion.
Jawa Timur Membeli dari NTB:
- Hasil Perikanan: Yellow Fin Tuna, Gurita.
- Hasil Pertanian: Tembakau, Jagung, Bibit Bawang Merah.
- Peternakan: Kulit Kambing Mentah Garaman, Sapi Hidup.
Dikatakan, Investasi Jawa Timur senilai Rp 150 miliar difokuskan pada sektor peternakan unggas di NTB.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi unggas di NTB, memenuhi kebutuhan pasar lokal, serta berpotensi menjadi sentra pasokan regional.
“Keberhasilan misi dagang dan investasi ini menjadi bukti nyata sinergi antarprovinsi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Jamal.
“Diharapkan, kerja sama serupa akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur maupun Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.













