google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Pemdes Lendang Ara Akan Beri Bantuan Modal 45 UMKM - Radar NTB

Pemdes Lendang Ara Akan Beri Bantuan Modal 45 UMKM

  • Bagikan
Pemdes Lendang Ara Akan Beri Bantuan Modal 45 UMKM
Pemdes Lendang Ara Akan Beri Bantuan Modal 45 UMKM

KOPANG radarntb.com – Pemerintah Desa atau Pemdes Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah akan memberi bantuan modal kepada 45 UMKM tahun ini.

Hal itu disampaikan langsung kepala desa (Kades) Lendang Ara, Ayunan S.Pd M.Pd di kantor desa setempat, Selasa (23/1/24).

“kami dari pemerintahan desa tahun ini (2024) akan menganggarkan 45 orang yang akan kita coba untuk memberikan sentuhan modal dari dana desa. Kami akan menganggarkan 1 juta per satu UMKM,” Jelas Ayunan.

Ayunan menjelaskan, Tahun 2024 ini Pemerintah Desa akan fokus terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di Desa Lendang Ara sendiri ada 53 pelaku UMKM. Sebanyak 17 UMKM memiliki PIRT sedangkan yang memiliki label halal 20an.

Ia memastikan, pihaknya akan terus mendorong supaya semua UMKM yang ada di Desa Lendang Ara memiliki PIRT.

Dijelaskannya, UMKM Lendang Ara lebih banyak memproduksi makanan tradisional, tetapi ada juga makanan modern dan kopi.

”lebih banyak UMKM kita yang di sini adalah fokusnya pada makanan tradisional seperti kelepon, cerorot dan lain-lain,” katanya.

Pemasarannya pun sudah banyak yang ke luar daerah, seperti ke Pulau Sumbawa, Mataram, dan Lombok Timur.

Ia mengatakan, pemdes dan pelaku UMKM sangat terbantu dengan adanya mahasiswa yang melakukan KKN di Lendang Ara.

“mereka sangat berperan dalam mempromosikan UMKM Desa Lendang Ara ke daerahnya masing-masing.” Jelasnya.

Mereka juga sangat membantu dalam hal administrasi, seperti penerbitan label halal dan lain-lain.

”salah satunya kemarin dari UIN Mataram mereka berhasil menerbitkan 15 label halal bagi pelaku UMKM kami. Selain itu teman-teman dari Undikma dan Akpar Mataram juga sudah membantu kami dengan menerbitkan 21 label,” ujar Ayunan.

Ayunan tidak menampik masih ada kendala dalam melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM.

Oleh sebab itu, ia menyatakan tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pembinaan sampai para pelaku UMKM menjadi benar-benar mandiri.

”memang ada saja kendala. Contohnya kemarin saat diberikan penerbitan nomor induk berusaha (NIB) setelah mereka selesai, mereka lupa cara print out dan password-nya ketika akan mencetak lagi,” katanya.

Selain makanan, UMKM Desa Lendang Ara juga banyak mengembangkan kerajinan anyaman dari bambu, walaupun bentuknya masih berupa kerajinan lama. Seperti keranjang buah dan bakulan.

Untuk kerajinan anyaman dari rotan, pada 2019 lalu sempat terhenti karena COVID-19. Pasalnya bahan-bahan baku berupa rotan dan lainnya pengirimannya terhenti.

sekarang masih ada 2 yang aktif membuat dan sangat berkembang di Desa Lendang Ara,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *