MANDALIKA, radarntb.com – Rencana pembangunan hotel bintang lima di Pantai Aan, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Injourney Tourism Development (ITDC) telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan pedagang sekitar.
Sebelumnya, beberapa warga sempat menyuarakan penolakan melalui spanduk bertuliskan “Save Tanjung Aan” karena isu penggusuran.
Menanggapi hal ini, General Manager The Mandalika, Wahyu Moerhadi Nugroho, menegaskan bahwa pedagang dan warga tidak akan diabaikan setelah pembangunan hotel.
Ia menjelaskan bahwa ITDC akan menerapkan skema pengaturan yang serupa dengan yang ada di Pantai Kuta, di mana warga tetap bebas mengakses pantai, dan pedagang akan disediakan tempat berjualan yang layak serta lebih rapi.
“Sama seperti penataan yang ada di Pantai Kuta saat ini, warga bisa mengakses pantai meski ada Hotel Bintang 4 di tempat itu,” kata Wahyu dalam acara konferensi pers di salah satu kafe di Mataram, Rabu (25/6/2025).
“Pedagang akan kami siapkan tempat berjualan yang nyaman dan lebih rapi seperti di Bazar Mandalika,” imbuh Wahyu.
Wahyu menambahkan, meski akan ada pembangunan hotel bintang 5 di Pantai Aan, Lombok Tengah, pihaknya akan memperhatikan akses untuk warga yang hendak menikmati pantai tersebut.
“Meskipun kami akan membangun Hotel Bintang 5 di Pantai Aan, akses warga ke pantai tetap akan kami perhatikan seperti di Kuta Mandalika,” terang Wahyu.
“Pengaturannya nanti setelah hotel ini terbangun, sama seperti yang ada di Kuta Mandalika, di Pantai Kuta, semua bisa datang bermain, berwisata, dan beracara,” tegasnya.
Wahyu berharap warga tidak terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan dan meminta mereka untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi serta mengambil tindakan.













