LOMBOK UTARA, radarntb.com – Krisis sampah plastik yang mengancam lautan semakin nyata, namun semangat kebersamaan mampu menjadi jawabannya. Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Lombok Utara bersama Bhayangkari Cabang Lombok Utara menginisiasi gerakan bersih-bersih pantai berskala besar di pesisir Pantai Kerakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Kamis (26/6/2025).
Aksi ini bukan sekadar seremoni. Dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, Pemerintah Desa dan Dusun, Satpol PP, serta partisipasi aktif masyarakat pesisir, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Fokus utamanya adalah memerangi sampah plastik yang mengotori garis pantai dan membahayakan ekosistem laut di utara Pulau Lombok.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud empati dan tanggung jawab Polri terhadap isu lingkungan yang berdampak luas.
“Kami hadir untuk memberikan empati dan dukungan terhadap kelestarian sumber daya laut serta ekosistem bawah laut yang kita cintai bersama,” ujar Kapolres Agus.
Ia menambahkan, Polri memiliki peran strategis untuk memastikan semua pihak aktif menjaga lingkungan.
“Kelestarian laut adalah kunci masa depan. Laut yang sehat akan menghasilkan sumber daya yang melimpah, dan itu berujung pada kesejahteraan masyarakat. Ini bagian dari wujud nyata kontribusi Polri dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berbudaya,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolres juga menyerahkan bantuan alat kebersihan dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membina masyarakat nelayan agar memahami bahwa menjaga laut adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menyoroti peran krusial perempuan dan keluarga pesisir.
Melalui pendekatan edukatif yang humanis, Bhayangkari ingin para ibu menjadi garda terdepan perubahan.
“Kami hadir memberikan edukasi dengan pendekatan keibuan. Kami ingin para ibu mendukung suaminya, menjaga lingkungan laut agar hasil tangkapan nelayan tetap maksimal. Ini bentuk kasih kami terhadap bumi dan masa depan anak-anak kita,” tutur Ny. Heny.
Ia juga menekankan bahwa krisis sampah plastik adalah isu global, bukan hanya lokal. Budaya konsumtif yang tak diimbangi kesadaran lingkungan telah menyebabkan penurunan signifikan hasil laut, yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari satu ton per hari.
“Generasi muda harus mulai berpikir bahwa mencintai laut adalah kewajiban. Jadilah generasi cerdas yang mencintai bumi. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan wajah lingkungan kita di masa depan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto, menyambut positif inisiatif ini.
Ia berharap sinergi antara Polri, DLH, dan masyarakat akan terus berlanjut demi menjaga kebersihan dan keindahan Lombok Utara sebagai destinasi wisata yang terus berkembang.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polres Lombok Utara atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Membersihkan pantai dari sampah plastik adalah langkah penting, dan kami berharap kolaborasi seperti ini menjadi rutinitas, bukan hanya momen,” ujarnya.
“Rusdianto juga mengakui bahwa upaya DLH dalam edukasi, regulasi, dan pengawasan sampah tidak akan efektif tanpa kesadaran kolektif dan partisipasi aktif dari seluruh warga.
Aksi bersih pantai ini membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, tantangan lingkungan seberat apapun dapat dihadapi. Mari terus jaga laut kita, demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (ws*)













