google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu: Kenaikan Harga Beras itu Nasional - Radar NTB

Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu: Kenaikan Harga Beras itu Nasional

  • Bagikan
Bupati Lombok Utara Zjohan Syamsu

LOMBOK UTARA, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu kenaikan harga Beras mencangkup nasional, dan akan mengupayakan untuk mengadakan operasi pasar, Tanjung (07/02/2023)

“Kenaikan harga ini nasional ya kita juga ikut terdampak dengan kenaikan harga itu,” Ungkap Bupati Lombok Utara pada saat selesai sidang paripurna di Aula kantor DPRD Lombok Utara.

Bupati juga mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi kenaikan harga memang sudah dipersiapkan untuk kegiatan operasi pasar untuk mengurangi kenaikan harga.

“Ini memang harus kita lakukan karena harga beras sudah mencapai 13 ribu per kilogram nah ini mudah mudahan kedepan kita sudah mengusahakan untuk operasi pasar membantu kebutuhan masyarakat kita” Tambahnya

Ia juga mengatakan bahwa bulan kemaren juga ada penyaluran bantuan beras kepada para nelayan, dikarenakan para nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.

“Kita sudah membantu mungkin tidak seratus persen, Itu bentuk pemerhatian pemerintah kepada masyarakat nelayan dalam rangka membantu untuk mengatasi kesulitan” Terangnya

Bupati juga mengatakan bahwa ini tahun politik juga tentu ini menjadi persoalan, dan mudah mudahan ini akan segera berakhir.

Selain rencana Operasi pasar, Bupati Lombok Utara juga akan melakukan introvensi yang dilakukan pemerintah daerah seperti yang dilakukan di tahun 2022 yaitu sudah membantu masyarakat pedagang kecil dengan mendorong mereka meminjam uang di Bank.

“Pemerintah daerah yang akan membayar bunganya kalau tidak salah anggaran di 2022 itu 750 juta sekarang akan dinaikkan menjadi 2 milyar di tahun 2023 bantuan itu kepada masyarakat” Jelasnya

“Dan ini salah satu ikhtiar kita untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat” Tegasnya

Saat disinggung oleh media terkait masa panen yang akan datang apakah ada dari pemerintah daerah sendiri untuk meminta petani untuk tidak menjual keluar Bupati mengatakan memang itu agak sulit karena masyarakat perlu itu,

“Tempat penggilingan padi yang besar itu di Lombok Tengah, padi kita dibawa ke sana, kita akhirnya membeli lagi seperti itu” Katanya

“Kita ingin mudah mudahan ke depan kita bisa membeli mesin giling padi yang lebih Resepentatif sehingga semua produk kita masuk kesitu dan kita jual dari sini” Pungkasnya. (Teno*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *