google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Polisi Olah TKP Penemuan Bayi Baru Lahir Belum Putus Tali Pusarnya di Loteng

Polisi Olah TKP Penemuan Bayi Baru Lahir Belum Putus Tali Pusarnya di Loteng

  • Bagikan
Polisi Olah TKP Penemuan Bayi Baru Lahir Belum Putus Tali Pusarnya di Loteng
Polisi bersama warg sedang melakukan Olah TKP Penemuan Bayi Baru Lahir Belum Putus Tali Pusarnya di Loteng. foto Polres Lombok Tengah for eadarntb.com

LOMBOK TENGAH radarntb.com – Polisi melakukan olah TKP penemuan bayi baru lahir belum putus tali pusarnya di Dusun Tomber, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi NTB.

Sungguh tega orang tua bayi ini, belum putus tali pusarnya sudah dibuang oleh orang tuanya, untung ada yang mau memungutnya.

Seorang warga yang berprofesi sebagai Guru Honorer di Dusun Tomber, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi NTB, menemukan seorang bayi yang belum putus tali pusarnya.

Bayi tersebut ia temukan tergeletak pada sebuah bangunan balai posyandu di dusunnya.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melalui Kapolsek Jonggat IPTU Bambang Sutrisno membenarkan peristiwa itu.

“peristiwa penemuan bayi pada sebuah balai posyandu di Dusun Tomber, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi NTB, benar terjadi dan sontak membuat geger warga,” jelas Kapolsek Jonggat IPTU Bambang Sutrisno pada keterangan persnya, Minggu (25/9/2022).

Ia menjelaskan, karena tali pusar bayi yang ditemukan itu masih ada, ia yakin baru saja dilahirkan sekitar kurang lebih dua jam.

“Bayi malang dan tak berdosa tersebut ditemukan pertama kali oleh warga atas nama Lalu Irwan Sucipto, laki laki, 30 tahun, yang merupakan seorang guru honorer dan beralamatkan di Dusun Tomber, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah,” jelasnya.

Dujelaskan, saat itu sekitar pukul 21 Irwan yang sedang memperbaiki pancingan di rumanya mendengar suara tangisan bayi dari luar rumahnya.

Kemudian ia bersama istrinya, mencari sumber suara tangisan bayi itu, dan menemukan bayi tersebut pada sebuah bangunan balai posyandu.

“Sesampainya di TKP kedua saksi melihat tas berwarna kuning yang didalamnya berisi bayi dalam keadaan tali pusar masih melilit,” jelas Kapolsek.

“Karena merasa kasihan bayi tersebut dibawa ke rumah mereka, selanjutnya menghubungi Kepala Dusun Tomber untuk menghubungi Bidan Desa serta pihak Kepolisian,” jelasnya lagi.

Berselang beberapa menit Bidan Desa pun datang dan langsung memberikan pertolongan pertama pada bayi malang tersebut.

“Berdasarkan hasil Diagnosa Bidan Desa atas nama Sulhani A.Md menduga bahwa, bayi tersebut dilahirkan sekitar kurang lebih dua jam, berjenis kelamin Laki-laki dengan berat 2.6 Kg, Panjang 48 Cm dan kulit putih,” katanya.

Selanjutnya, Kapolsek Jonggat IPTU Bambang Sutrisno melakukan Olah TKP dan meminta keterangan saksi terhadap penemuan bayi di Dusun Tomber, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi NTB itu.

“Kita sedang mendalami pelaku pembuangan bayi tersebut serta mengungkap motifnya,” terangnya.

“hasil pemeriksaan Bidan Desa bayi dalam keadaan sehat, dan untuk sementara dititipkan di rumah saksi,” pungkasnya. (mn*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *